Close Menu
  • Home
    • About
    • Privacy Policy
    • UMKM
  • Culture
  • To Do
  • Food
  • Travel Tips
  • Services

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Basianyuik in Lubuk Minturun: Cheap Fun on the River in Padang

16/10/2026

Bat & Arrow Padang: Drinks, Food and Saturday Nightlife

10/10/2026

Penny Dining & Bar: Modern Dining with Bold Minangkabau Flavours

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
West Sumatra 360
Friday, October 16 Login
  • Home
    • About
    • Privacy Policy
    • UMKM
  • Culture
  • To Do
  • Food
  • Travel Tips
  • Services
West Sumatra 360
Home»Wisata»Edukasi»3 Tugu Bersejarah di Kota Pariaman: Ikonik dan Sarat Makna Budaya
Edukasi

3 Tugu Bersejarah di Kota Pariaman: Ikonik dan Sarat Makna Budaya

Yoga PrasetyoBy Yoga Prasetyo01/06/2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
3 Tugu Bersejarah di Kota Pariaman: Ikonik dan Sarat Makna Budaya
Tugu Kabau Padati Pariaman
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Tugu bersejarah di Kota Pariaman menjadikan kota ini tidak hanya menarik dari sisi wisata Pantai yang indah, namun juga sarat akan ikon penuh makna sejarah.

Ditengah gempuran pembangunan modern, Pariaman tetap mempertahankan identitasnya melalui berbagai monumen dan tugu yang berdiri megah hingga kini.

Tugu-tugu tersebut bukan sekadar ornamen, melainkan penanda sejarah, filosofi hidup masyarakat setempat, hingga simbol persatuan warga Pariaman.

Diantaranya, terdapat tiga tugu yang paling terkenal di kalangan masyarakat maupun wisatawan, yaitu Tugu Padati, Tugu Sabiduak Sadayuang, dan Tugu Tabuik.

Ketiganya memiliki struktur unik, nilai filosofis mendalam, serta menggambarkan karakter masyarakat Pariaman yang religius, kompak, dan menjunjung tinggi tradisi.

Kehadiran ketiga tugu tersebut juga menjadi daya tarik wisata sekaligus pengingat bahwa budaya lokal tetap hidup di tengah arus modernisasi.

1. Tugu Padati: Simbol Transportasi Masa Lampau

Lokasi: Simpang 4 Jati, Kota Pariaman

Tugu Padati menjadi salah satu tugu yang cukup dikenal di Pariaman dan cukup terkenal di kalangan masyarakat.

Kata “padati” berasal dari nama alat transportasi tradisional berupa kereta yang ditarik oleh kerbau atau sapi pada masa Minangkabau lampau.

Padati menjadi kendaraan penting bagi masyarakat Minangkabau, terutama untuk mengangkut hasil pertanian dan kebutuhan perdagangan antar daerah.

Tugu ini sekaligus menjadi simbol perjalanan sejarah masyarakat Pariaman yang sejak dahulu dikenal sebagai masyarakat pekerja keras dan aktif dalam perdagangan.

Sebelum kendaraan bermotor berkembang, padati menjadi sarana utama mobilitas masyarakat di wilayah pesisir Sumatera Barat.

Kehadiran tugu tersebut seolah mengingatkan generasi muda bahwa kemajuan daerah saat ini lahir dari perjuangan panjang masyarakat terdahulu.

Secara visual, Tugu Padati menampilkan bentuk padati, kerbau yang sedang menarik, dan pengendaranya dengan sentuhan artistik khas Minangkabau.

Unsur budaya lokal terlihat dari detail ukiran dan bentuk konstruksi yang dibuat menyerupai alat transportasi tradisional tempo dulu.

Tugu ini juga menjadi lokasi favorit masyarakat untuk berfoto karena tampilannya yang unik dan memiliki nuansa historis.

SafetyWing Nomad Insurance - Best for Sumatra Barat Travelers

Lebih dari sekadar monumen, Tugu Padati menyampaikan pesan tentang ketekunan, kerja keras, dan semangat bergerak maju.

Filosofi tersebut sangat dekat dengan karakter masyarakat Pariaman yang dikenal ulet dalam berdagang dan merantau.

3 Tugu Bersejarah di Kota Pariaman: Ikonik dan Sarat Makna Budaya
Tugu Sabiduak Sadayuang – Photo Instagram @edi.junaidi.18

2. Tugu Sabiduak Sadayuang: Makna Kerjasama yang Kuat

Lokasi: Cimparuh, Kota Pariaman

Jika berbicara tentang identitas Kota Pariaman, maka semboyan “Sabiduak Sadayuang” menjadi salah satu yang paling melekat di hati masyarakat.

Kalimat dalam bahasa Minangkabau tersebut memiliki arti “satu biduk satu dayung,” yang menggambarkan kebersamaan dan persatuan dalam mencapai tujuan bersama.

Nilai-nilai luhur tersebut kemudian diwujudkan dalam struktur Tugu Sabiduak Sadayuang.

Tugu ini menjadi representasi filosofi hidup masyarakat Pariaman yang menjunjung tinggi gotong royong dan solidaritas sosial.

Dalam kehidupan masyarakat pesisir, sebuah perahu tidak akan bergerak dengan baik apabila para pendayung tidak memiliki arah dan kekompakan yang sama.

Filosofi sederhana tersebut kemudian menjadi simbol kehidupan bermasyarakat di Pariaman.

Bentuk tugu yang menyerupai perahu dengan dayung menggambarkan semangat kolektif masyarakat dalam membangun daerah.

Tidak hanya indah secara visual, tugu ini juga memiliki makna mendalam tentang pentingnya persatuan di tengah keberagaman.

Bagi masyarakat Pariaman, Sabiduak Sadayuang bukan hanya slogan daerah, melainkan prinsip hidup yang diwariskan turun-temurun.

Semangat saling membantu masih sangat terasa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari kegiatan adat, keagamaan maupun gotong royong bersama.

Keberadaan Tugu Sabiduak Sadayuang juga menjadi simbol optimisme masyarakat Pariaman dalam menghadapi tantangan zaman.

Walaupun dunia terus berubah, nilai kebersamaan tetap dianggap sebagai fondasi utama dalam menjaga keharmonisan sosial.

3 Tugu Bersejarah di Kota Pariaman: Ikonik dan Sarat Makna Budaya
Tugu Tabuik – Photo Instagra @bayukrasiva

3. Tugu Tabuik: Ikon Utama Budaya Pariaman

Lokasi: Jl. St. Syahrir, Kota Pariaman

Tugu Tabuik menjadi ikon kota yang paling terkenal di Pariaman, karena sarat makna filosofis yang dalam serta terletak di Tengah kota.

Tentu saja terinspirasi dari tradisi Tabuik, suatu perayaan budaya tahunan yang sudah menjadi identitas Kota Pariaman selama ratusan tahun.

Tradisi Tabuik tersebut digelar setiap bulan Muharram untuk mengenang wafatnya Imam Husein di Padang Karbala.

Tabuik diyakini dibawa oleh komunitas Muslim keturunan India pada abad ke-19 dan kemudian diadaptasi oleh Masyarakat Pariaman.

Kini, festival Tabuik tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya terbesar di Pariaman.

Tugu Tabuik dibuat menyerupai bentuk tabuik asli yang digunakan dalam festival tahunan tersebut.

Berdasarkan penelitian tentang bentuk dan fungsi Tugu Tabuik Pariaman, tugu ini memiliki unsur simbolis, budaya, sosial, dan spiritual yang sangat kuat.

Tugu Tabuik memiliki detail yang rumit dan megah, ornamen pada bagian atas tugu menggambarkan bentuk khas tabuik dengan perpaduan elemen hewan, manusia, dan ukiran tradisional Minangkabau.

Keindahan visualnya menjadikan tugu ini sebagai salah satu landmark paling menarik di Pariaman.

Tugu Tabuik telah menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah, spiritualitas, dan keteguhan masyarakat dalam menjaga tradisi leluhur.

Bagi wisatawan yang datang ke Pariaman, Tugu Tabuik menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi.

Selain menjadi spot fotografi yang menarik, kawasan sekitar tugu juga sering menjadi pusat kegiatan budaya dan festival daerah.

Baca Juga Jejak Sejarah Bukittinggi: 7 Tugu Perjuangan yang Menyimpan Kisah Heroik

Tugu sebagai Identitas Kota Pariaman

Keberadaan Tugu Padati, Tugu Sabiduak Sadayuang, dan Tugu Tabuik menunjukkan bahwa Kota Pariaman sangat menghargai sejarah dan budaya lokal.

Bukan hanya penghias kota, tetapi juga media yang menyampaikan pesan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga identitas daerah.

Di era modern seperti sekarang, banyak kota berlomba membangun ikon baru demi menarik wisatawan.

Namun Pariaman memiliki keunggulan tersendiri karena ikon-ikon kotanya lahir dari budaya dan sejarah yang benar-benar hidup di tengah masyarakat.

Hal ini membuat tugu-tugu di Pariaman terasa lebih bermakna dan memiliki kedekatan emosional dengan warga.

Selain mempercantik kota, keberadaan tugu-tugu tersebut juga membantu memperkenalkan budaya Pariaman kepada generasi muda.

Anak-anak muda yang melihat dan mengenal filosofi di balik setiap tugu akan lebih memahami akar budaya daerahnya sendiri.

Pariaman membuktikan bahwa sebuah kota tidak hanya dibangun dengan gedung dan infrastruktur modern, tetapi juga dengan identitas budaya yang kuat.

Melalui tiga tugu ikonik tersebut, Pariaman terus menjaga warisan sejarah sambil melangkah menuju masa depan.

Editor: Nanda Bismar
Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
Yoga Prasetyo
  • Website
  • Instagram

Related Posts

3 Pondok Pesantren Favorit Orang Tua di Kota Padang

15/09/2026

5 Kerajinan Tangan Khas dari Sumatera Barat

12/09/2026

Surau Bintungan Tinggi dan 36 Manuskrip Kuno

11/09/2026
Add A Comment

Comments are closed.

Top Posts

5 Things To Do in Mentawai Islands

03/12/2022

5 Kebun Satwa di Sumatera Barat yang Wajib Kamu Kunjungi

04/12/2022

6 Cafe Dengan Pemandangan Samudera Hindia di Kota Padang

05/12/2022

5 Restoran Korea Yang Wajib Kamu Coba di Padang

06/12/2022

7 Tempat Jalan Santai di Pusat Kota Padang

07/12/2022

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Most Popular

5 Things To Do in Mentawai Islands

03/12/2022

5 Kebun Satwa di Sumatera Barat yang Wajib Kamu Kunjungi

04/12/2022

6 Cafe Dengan Pemandangan Samudera Hindia di Kota Padang

05/12/2022
Our Picks

Basianyuik in Lubuk Minturun: Cheap Fun on the River in Padang

16/10/2026

Bat & Arrow Padang: Drinks, Food and Saturday Nightlife

10/10/2026

Penny Dining & Bar: Modern Dining with Bold Minangkabau Flavours

10/10/2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

Facebook X (Twitter) Instagram
  • About
  • Privacy Policy
  • Our Team
© 2026 WestSumatra360.com. Designed by Hendri Simon.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?