Campervan bersama pasangan bisa menjadi cara berbeda untuk menikmati liburan berdua tanpa harus terpaku pada hotel atau villa pada umumnya.
Di Sumatera Barat, terdapat sejumlah spot yang menawarkan suasana romantis untuk bermalam di dalam kendaraan ala campervan.
Mulai dari tepian danau di dataran tinggi Alahan Panjang, panorama Danau Maninjau dari Lawang, lembah dengan tebing raksasa di Harau, hingga suasana pantai di kawasan Mandeh.
Setiap tempat memiliki karakter berbeda, namun menawarkan satu hal yang sama yaitu kesempatan untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama pasangan.
Campervan sebenarnya bukan sekadar soal tidur di dalam mobil, bagi pasangan atau keluarga, konsep ini justru menarik karena perjalanan menjadi bagian dari pengalaman.
Memilih tempat berhenti, menyiapkan makanan sederhana, menikmati matahari terbenam, berbincang sampai malam, lalu membuka pintu kendaraan pada pagi hari.
Dengan lanskap berupa Pegunungan, danau, lembah, perkebunan, hingga kawasan pesisir membuat pilihan suasana campervan di Sumatera Barat cukup beragam.
Jika ingin merasakan pengalaman tersebut, berikut adalah lima spot yang bisa dipertimbangkan untuk pasangan atau keluarga yang inginkan campervan romantis.
1. Alahan Panjang dan Danau Diatas
Alahan Panjang bisa menjadi urutan pertama untuk kamu yang mencari tempat campervan untuk pasangan dengan suasana paling identik dengan udara dingin dan pemandangan danau.
Kawasan Alahan Panjang di Kabupaten Solok berada di dataran tinggi dengan lanskap perbukitan, kebun teh, serta kawasan Danau Diatas dan Danau Dibawah.
Salah satu atraksi resmi yang tercatat di Jejaring Desa Wisata Kementerian Pariwisata bahkan secara khusus menawarkan pengalaman campervan di sekitar Danau Diatas.
Fasilitas yang tercatat antara lain kamar mandi umum, mushala, area makan, dan persewaan perlengkapan.
Suasana seperti ini cocok untuk pasangan yang tidak membutuhkan terlalu banyak aktivitas.
Jika pagi hari dapat melakukan berbagai aktivitas seperti memancing di Danau, jalan sekitar, sedangkan sore hari bisa dihabiskan untuk menyaksikan perubahan warna langit yang indah.
Malamnya, udara dingin menjadi alasan yang sempurna untuk membuat minuman hangat dan mengobrol lebih lama di dalam campervan.

2. Lawang Park
Bayangkan membuka pintu campervan pada pagi hari, menghirup udara dingin, lalu melihat Danau Maninjau terbentang jauh di bawah perbukitan, seperti berada diatas awan.
Pengalaman semacam tersebut hanya bisa ditemukan di Lawang Park, kawasan wisata di Lawang, Kabupaten Agam.
Situs resmi Lawang Park mencantumkan campervan sebagai salah satu aktivitas yang bisa dilakukan pengunjung, selain itu, tersedia pula area api unggun dan trekking menuju air terjun.
Daya tarik utama Lawang Park adalah panorama Danau Maninjau dari dataran tinggi, dengan posisi tersebut membuat tempat ini cocok untuk pasangan yang ingin menikmati alam tanpa harus pergi terlalu jauh dari fasilitas wisata.
Sore hari dapat digunakan untuk berjalan santai atau sekadar duduk menikmati pemandangan, sedangkan ketika malam menjelang bisa duduk santai di sekitar api unggun.
Biaya masuk per orang sekitar Rp. 20 ribu untuk hari Senin sampai Sabtu, Rp. 25 ribu di hari Minggu atau hari libur lainnya.
Untuk perjalanan berdua, Lawang Park terasa seperti perpaduan antara petualangan dan kenyamanan.
3. Puncak Lawang
Masih di kawasan Danau Maninjau, Puncak Lawang menawarkan karakter yang sedikit berbeda dari Lawang Park walaupun tidak terlalu jauh.
Jika Lawang Park memberi pengalaman menginap yang lebih dekat dengan alam, Puncak Lawang menonjolkan panorama luas dari ketinggian.
Puncak Lawang berada sekitar 1.210 meter di atas permukaan laut dan dikenal sebagai salah satu titik terbaik untuk melihat Danau Maninjau dari ketinggian.
Sejumlah sumber wisata juga menyebut kawasan ini memiliki area camping dan dapat digunakan untuk aktivitas campervan.
Sama halnya dengan Lawang Park biaya masuk di sini sekitar Rp. 20 ribu untuk hari Senin sampai Sabtu, Rp. 25 ribu di hari Minggu atau hari libur.
Tidak perlu meja makan dengan lilin atau kamar hotel yang mahal, cukup dua kursi di depan campervan, makanan ringan, dan langit yang perlahan berubah warna menjelang sore.
Namun, karena berada di kawasan perbukitan, pasangan yang memilih Puncak Lawang sebaiknya membawa pakaian hangat karena kondisi angin dan suhu malam dapat terasa cukup dingin.
7 Spot Campervan di Sumatera Barat, Untuk Liburan Seru dan Menyenangkan
4. Harau Valley Camping
Harau Valley Camping berbeda dengan pemandangan danau seperti yang disajikan oleh Lawang Park maupun Puncak Lawang.
Berada di kawasan Lembah Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, tempat ini memiliki area camping yang cukup luas, dengan latar belakang perbukitan kapur yang megah menjulang.
Menariknya, dari kawasan camping pengunjung juga dapat melanjutkan perjalanan menuju Sarasah Pincuran Tigo.
Pengalaman menginap di Harau terasa romantis bukan hanya tempat bermalamnya, tetapi lanskap yang mengelilinginya.
Tebing-tebing batu tinggi menjadi latar alami yang membuat suasana terasa berbeda dari camping ground biasa.
Untuk pasangan atau keluarga, pagi hari bisa diisi dengan berjalan santai sebelum kembali ke campervan untuk sarapan.
Tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak, hanya dengan membayar biaya masuk sekitar Rp.35 ribuan, kamu sudah bisa bermalam disini.
Sore menjelang malam, area camping bisa menjadi tempat yang menyenangkan untuk menikmati waktu tanpa agenda.
Harau juga sudah memiliki pilihan lokasi camping yang memang dikenal di kalangan pencinta campervan.
Salah satunya adalah kawasan Sarasah Pincuran Tigo yang tercatat sebagai camping area dengan ulasan pengguna tertinggi.
5. Echo Beach Camp Mandeh
Bagi pasangan yang lebih suka laut daripada udara pegunungan, perjalanan bisa diarahkan ke kawasan Mandeh.
Echo Beach Camp di Sungai Pinang, Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, menawarkan konsep camping di kawasan pesisir.
Data fasilitas yang tersedia mencatat kapasitas campervan hingga sekitar 20 unit kendaraan, selain area camping dan car camping.
Lokasinya juga berada di kawasan wisata Mandeh dan dapat dicapai menggunakan kendaraan pribadi dengan tiket masuk atau camping sekitar Rp. 30 ribu.
Inilah salah satu pilihan menarik jika definisi romantis bagi kamu dan pasangan adalah suara ombak, udara laut, dan malam yang lebih santai.
Siang hari dapat digunakan untuk mengeksplorasi kawasan Mandeh, setelah puas berkeliling, kembali ke area camp menjelang sore untuk menyaksikan matahari terbenam nan indah.
Tips untuk Campervan yang aman dan nyaman
Demi kenyamanan, sebelum berangkat pengunjung harus memastikan lokasi yang dituju memang diizinkan untuk kegiatan campervan bermalam.
Informasi dapat didapatkan dari media sosial resmi pengelola maupun menghubungi langsung pihak pengelola melalu nomor telepon yang tersedia.
Selanjutnya perhatikan perkiraan cuaca saat berangkat untuk membawa persiapan barang lainnya sesuai kebutuhan cuaca saat itu.
Jalan menuju sejumlah kawasan perbukitan Sumatera Barat memiliki tanjakan, tikungan, dan kondisi yang dapat berubah ketika hujan jadi pengemudi harus ekstra hati-hati.
Perjalanan campervan seharusnya bukan tentang seberapa jauh bisa pergi, tetapi tentang seberapa nyaman perjalanan itu dinikmati bersama.
Editor: Nanda Bismar
