Close Menu
  • Home
    • About
    • Privacy Policy
    • UMKM
  • Culture
  • To Do
  • Food
  • Travel Tips
  • Services

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Basianyuik in Lubuk Minturun: Cheap Fun on the River in Padang

16/10/2026

Bat & Arrow Padang: Drinks, Food and Saturday Nightlife

10/10/2026

Penny Dining & Bar: Modern Dining with Bold Minangkabau Flavours

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
West Sumatra 360
Saturday, October 17 Login
  • Home
    • About
    • Privacy Policy
    • UMKM
  • Culture
  • To Do
  • Food
  • Travel Tips
  • Services
West Sumatra 360
Home»Wisata»Budaya»Tradisi Kerik Gigi Suku Mentawai Untuk Mempercantik Diri
Budaya

Tradisi Kerik Gigi Suku Mentawai Untuk Mempercantik Diri

Oki SaputraBy Oki Saputra11/05/2023
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Tradisi Kerik Gigi
Tradisi Kerik Gigi - Photo: adira.co.id
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Suku Mentawai merupakan suku asli di Kepulauan Mentawai yang mendiami Pulau Siberut yang berjarak sekitar 100 mil dari garis pantai Provinsi Sumatera Barat.

Menjadi salah satu suku tertua yang ada di Indonesia, banyak hal yang menarik dan unik tentang adat istiadat, kebudayaan dan kehidupan Suku Mentawai. Salah satunya adalah tradisi Kerik Gigi.

Salah satunya adalah tradisi Kerik Gigi Perempuan Suku Mentawai dalam mempercantik diri sendiri.

Bagi Suku Mentawai perempuan dengan gigi yang runcing memiliki kecantikan yang luar biasa, oleh sebab pada masanya kerik gigi menjadi ritual wajib pagi para perempuan Suku Mentawai.

Dilansir dari laman repository.kemendikbud.go.id, tradisi kerik gigi yang dilakukan oleh perempuan suku mentawai.

Selain bertujuan untuk mempercantik diri juga sebagai pertanda bahwa perempuan tersebut telah menginjak usia dewasa.

SafetyWing Nomad Insurance - Best for Sumatra Barat Travelers

Oleh karena itu perempuan suku mentawai yang merasa telah siap untuk kerik gigi akan berbondong-bondong untuk melakukannya.

Kerik Gigi - Photo: id.theasianparent.com
Kerik Gigi – Photo: id.theasianparent.com

Hal menarik lain dari tradisi kerik gigi adalah perempuan yang telah meruncingkan gigi juga menjadikan hal tersebut sebagai penarik utama kaum pria Suku Mentawai, dengan kata lain bahwa sang perempuan telah siap untuk dinikahi.

Tidak hanya tentang kecantikan dan usia yang telah dewasa, kerik gigi juga dipercaya dapat mendatangkan kedamaian jiwa pada perempuan Suku Mentawai.

Baca Juga 7 Fakta Menarik Suku Mentawai: Keunikan Dialek & Ragam Tradisi Unik

Proses

Proses Kerik Gigi Perempuan Suku Mentawai sama sekali tidak menggunakan obat bius untuk menghilangkan rasa sakit.

Proses pemahatan gigi, dilakukan dengan menggunakan peralatan yang terbuat dari besi atau kayu yang sudah diasah tajam.

Tahapan proses pemahatan hanya boleh dilakukan oleh ketua adat dengan menggunakan alat yang sudah diasah.

Jika semua perlengkapan telah cukup maka ketua adat akan melakukan proses pemahatan gigi yang akan dibentuk runcing seperti segitiga.

Proses ini sangatlah menyakitkan, sehingga kaum wanita yang sedang melakukan prosesi karik gigi harus menahan rasa sakit hingga semua gigi mereka selesai dikerik.

Untuk mengurangi rasa sakit, biasanya para perempuan Suku Mentawai akan mengigit pisang muda yang bergetah, karena dipercayai dapat meredakan sakit ketika prosesi Kerik Gigi.

Biasanya ketua adat akan melakukan kerik gigi dari awal hingga selesai tanpa istirahat.

Namun tetap diberikan jeda untuk perempuan yang giginya dikerik menghela nafas hingga semua gigi selesai dikerik.

Belakangan ini  tradisi kerik gigi telah banyak ditinggalkan oleh perempuan muda suku Mentawai.

Perlahan para anak muda enggan untuk meneruskan tradisi dengan kebanyakan alasan adalah tidak mampu menahan rasa sakit.

Selain itu Suku Mentawai juga telah mendapat banyak pengaruh dari budaya luar.

Walaupun tradisi kerik gigi semakin tidak diminati, namun masih terdapat beberapa perempuan Suku Mentawai yang masih merawat tradisi yang telah turun temurun tersebut.

Semoga ulasan mengenai tradisi kerik gigi dapat menambah wawasan budaya kamu tentang Sumatera Barat khususnya budaya yang ada di Kepulauan Mentawai.

Tunggu informasi menarik lainnya dari West Sumatra 360 ya!

Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
Oki Saputra
  • Website
  • Instagram

Related Posts

Adat and Faith: How Divorce Works in Minangkabau Culture

17/09/2026

Friday in West Sumatra: What Every Visitor Should Know

21/08/2026

Mangopi: The Living Coffee Tradition of Minangkabau Society

25/06/2026
Add A Comment

Comments are closed.

Top Posts

5 Things To Do in Mentawai Islands

03/12/2022

5 Kebun Satwa di Sumatera Barat yang Wajib Kamu Kunjungi

04/12/2022

6 Cafe Dengan Pemandangan Samudera Hindia di Kota Padang

05/12/2022

5 Restoran Korea Yang Wajib Kamu Coba di Padang

06/12/2022

7 Tempat Jalan Santai di Pusat Kota Padang

07/12/2022

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Most Popular

5 Things To Do in Mentawai Islands

03/12/2022

5 Kebun Satwa di Sumatera Barat yang Wajib Kamu Kunjungi

04/12/2022

6 Cafe Dengan Pemandangan Samudera Hindia di Kota Padang

05/12/2022
Our Picks

Basianyuik in Lubuk Minturun: Cheap Fun on the River in Padang

16/10/2026

Bat & Arrow Padang: Drinks, Food and Saturday Nightlife

10/10/2026

Penny Dining & Bar: Modern Dining with Bold Minangkabau Flavours

10/10/2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

Facebook X (Twitter) Instagram
  • About
  • Privacy Policy
  • Our Team
© 2026 WestSumatra360.com. Designed by Hendri Simon.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?