Kabupaten Agam, ternyata menyimpan deretan air terjun yang memukau dan tentu saja tidak kalah indah dengan air terjun lainnya di Sumatera Barat.
Kondisi alam yang masih asri, tutupan hutan alami yang sangat terjaga, menjadikan salah satu faktor utama air terjun sebagai salah satu primadona wisata.
Seperti Air Terjun Langkuik Tinggi yang viral di media sosial, hingga Air Terjun Badorai dengan pengalaman yang misterius, menjadikan surga healing dari hiruk pikuk keseharian.
Penasaran dengan berbagai pesona air terjun di Agam?, simak ulasan berikut ini, lengkap informasi yang kamu butuhkan.
Seperti medan yang akan ditempuh, tingkat kesulitan, dan tips trekking yang aman untuk backpacker, pecinta alam, maupun wisata keluarga.
Wisata air terjun menjadikan Agam bukan hanya tentang Danau Maninjau dan Bukittinggi, namun juga menyimpan pesona air terjun yang memesona.
Jelajahi keindahan alam yang masih alami di kaki Gunung Marapi dengan air jernih seperti kristal, dan abadikan momen Instagram-worthy di spot paling instagramable di Sumatera Barat.
Mengapa Air Terjun Agam Begitu Istimewa?
Secara geologi, air terjun di Kabupaten Agam terbentuk dari sistem sungai dari pegunungan Gunung Marapi dan Danau Maninjau serta hutan alam yang masih sangat terjaga.
Aliran sungai biasanya mengalir melewati tebing batu cadas nan indah dengan vegetasi hutan tropis lebat, berisikan aneka flora dan fauna.
Air jernih nan bening, kolam renang alami yang dalam, serta suasana virgin alam membuat setiap air terjun di Agam terasa seperti surga yang hilang dari peta wisata Sumatra Barat.
Akses masih natural (trek kasar, tidak terdapat papan penunjuk formal), sehingga cocok untuk adventurer sejati yang mengenal etika alam.​
1. Air Terjun Langkuik Tinggi
Lokasi: Nagari Malalak, Kecamatan Tamiang, Kabupaten Agam.
Air Terjun Langkuik Tinggi merupakan air terjun dengan view paling indah di Agam dan paling viral.
Visual air terjun yang bertingkat-tingkat dengan kolam emerald bening, tebing batu cadas menjulang, dan tanaman hijau rimba menciptakan suasana fantastis seperti di film Avatar.​
Air jernih hijau sangat cocok untuk berenang, bermain air, hingga foto aesthetic maksimal untuk kebutuhan konten kamu.
Dalam kearifan local, para penduduk lokal menyebut “Langkuik” yang berarti lubang air dalam Minangkabau.
Tips aman berkunjung yaitu pada saat weekday dimana suasana tidak terlalu ramai, membawa peralatan trekking, sepatu karet yang aman serta waspada batu yang licin.​
Untuk berkunjung kesini, kamu wajib memakai jasa pemandu, walaupun sudah pernah kesini sebelumnya.
Karena tempat wisata ini sudah dikelola secara teratur oleh pemuda setempat.
2. Air Terjun Badorai
Lokasi: Sungai Pua, Kabupaten Agam.
Air Terjun Badorai merupakan air terjun tersembunyi di Agam yang terletak di Gunung Marapi dengan suasana mistis eksotis.
Bahkan menurut kepercayaan Masyarakat local terdapat penunggu (makhluk gaib) yaitu seorang gadis yang cantik.
Terjun tunggal dengan kolam dalam alami, tebing terjal, dan air beralun deras menciptakan suasana alam yang dramatis.
Beberapa aktivitas menarik dapat dilakukan di air terjun ini, seperti berenang, bermain air, trekking botanis, lalu tentu saja berfoto dengan pemandangan yang memikat.
3. Air Terjun Sarasah Gantuang
Lokasi: Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam.
Air Terjun Sarasah Gantuang merupakan dua air terjun kembar berdampingan dengan kolam bersatu (Sarasah = dua dalam Minang).
Menariknya air terjun tersebut identik mengalir bersamaan menciptakan visual spektakuler, air jernih biru, dan tebing karang yang terekspos cantik.​
Beberapa aktvitas menarik dapat dilakukan seperti foto pasangan yang romantic, berenang, kemudian piknik santai di sekitar kolam air.
Karena trek yang sedang, maka lokasi ini dapat dijangkau oleh siapapun, asalkan tetap memperhatikan faktor keselamatan.
Baca Juga 8 Air Terjun Terindah di Kabupaten Padang Pariaman
4. Air Terjun Gadih Ranti
Lokasi: Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Koto Malintang
Air Terjun Gadih Ranti, atau Sarasah Sigadih Ranti, terletak di Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Koto Malintang.
Menawarkan pemandangan indah di tengah hutan lebat dengan udara bersih dan air dingin yang menyegarkan.
Pengunjung bisa menikmati petualangan wisata alam yang menyenangkan sambil berhati-hati menjaga barang bawaan karena tidak ada penjaga di lokasi.
Akses masuk gratis, sehingga tak perlu ragu untuk datang dan merasakan keindahannya.

5. Air Terjun Burai-Burai Indah
Lokasi: Malalak Barat, Kecamatan Malalak
Jalur menuju Air Terjun Burai-Burai Indah tergolong ramah untuk pemula, dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.
Sebelum sampai dan bisa langsung menikmati pemandangan air terjun yang cocok untuk berenang.
Jalurnya tidak terlalu jauh, kurang lebih 600 meter, dengan medan turun cukup curam saat berangkat dan tanjakan yang terasa berat saat Kembali.
Sebagian melewati semak serta penyeberangan sungai menggunakan bambu, sehingga disarankan membawa warga setempat sebagai penunjuk jalan karena beberapa bagian trek mulai kurang jelas.
Air terjun ini alirannya mengarah ke Langkuik Tinggi yang dapat dicapai dengan berjalan kaki sekitar 1 km menuruni jalur yang terus turun.
Untuk keamanan dan kenyamanan, sebaiknya membawa dry bag agar ponsel dan barang penting tetap kering saat menyeberang air.
Air terjunnya sendiri tidak terlalu tinggi dan dijadikan sebagai tempat pemandian, dengan air yang jernih dan adanya ikan emas merah yang dilepaskan di kolam alirannya.

6. Air Terjun Sungai Jauih
Lokasi: Koto Gadang Anam, Tanjung Raya
Air Terjun Sungai Jauih, atau yang dikenal masyarakat setempat sebagai sarasah.
Terletak di ketinggian sekitar 1.110 mdpl dengan titik parkir kendaraan motor di “Kapalo Kampuang” yang berada pada ketinggian 600 mdpl.
Lokasi ini dapat dicapai melalui dua jalur utama, yaitu menyusuri ke hulu Sungai Jauih atau melewati hutan di tepian sungai tersebut.
Waktu tempuh dari titik parkir hingga air terjun memakan waktu sekitar tiga jam perjalanan.
7. Air Terjun Langkuik Indah Hulu Banda
Lokasi: Malalak Barat
Air Terjun Langkuik Indah Hulu Banda dapat diakses dari jalan raya Malalak melalui jalur yang cukup jauh dan menantang.
Dengan mobil bisa masuk hingga dekat lokasi namun terbatas hanya 3-4 kendaraan, serta masih gratis untuk masuk maupun parkir.
Lokasinya masih sangat asri dekat persawahan, dengan air terjun yang cukup deras, terutama saat hujan, namun tetap aman untuk anak-anak berenang dan bermain air.
Air terjunnya tidak terlalu tinggi dan berfungsi sebagai tempat pemandian alami dengan ikan yang bisa berenang bersama pengunjung, dikelilingi suasana indah, segar, dan dingin.

8. Air Terjun Mantalang
Lokasi: Lubuk Basung
Air Terjun Mantalang di Lubuk Basung memiliki akses jalan yang sulit dari jalan raya, dengan 500 meter trek berbatu terjal yang memerlukan kendaraan tangguh seperti SUV.
Diikuti perjalanan kaki melewati anak sungai berbatu dan tanjakan ringan setelah parkir. Sarana dan prasarana masih sangat minim tidak mendukung wisatawan.
Namun, semua tantangan terbayar lunas dengan keindahan air terjun yang memukau.
9. Air Terjun Sarasah Tigo Tingkek
Lokasi: Jorong Sungai Guntuang, Nagari Pasia Laweh, Palupuah
Destinasi alam bertingkat tiga yang masih alami, berjarak sekitar 125 km atau tiga jam perjalanan darat dari Kota Padang.
Dengan akses kendaraan roda dua dan empat yang cukup baik namun sedikit terjal dan licin di beberapa titik.
Pengunjung tidak dikenakan tiket masuk dan biasanya bebas biaya parkir di hari biasa.
Sementara pada hari tertentu tarif parkir sekitar Rp5.000 untuk motor dan Rp10.000 untuk mobil dengan rekomendasi parkir tepat di depan gerbang karena area putar mobil terbatas.
Daya tarik utama berupa pemandangan air terjun yang deras, suasana sejuk, kicauan burung, dan pepohonan hijau yang membentuk lanskap indah.
Ditambah sebuah pohon besar di tengah area sebagai tempat bersantai.
Aktivitas yang disarankan meliputi fotografi dengan latar air terjun dan bebatuan (termasuk teknik slow speed).
Fasilitas masih sederhana, hanya tersedia toilet dan musholla, sehingga pengunjung dianjurkan membawa bekal.
Air terjun lainnya yang tidak kalah menarik
- Air Terjun Sarasah Ujung Hulu Kamba (Tanjung Raya)
- Air Terjun Sarasah Pagadih Gadang (Nagari Pagadih)
- Air Terjun Lembah Masurai (Matua Mudiak)
- Air Terjun Sarasah (Tigo Koto Silungkang)
Tips Trekking Aman di Kawasa Air Terjun Agam
- Musim Terbaik yaitu sekitar bulan September hingga November dimana air jernih, debit air sedang dan cuaca yang stabil.
- Gunakan perlengkapan seperti sepatu trekking dengan grip, bekal berupa makan dan minum yang cukup, serta jas hujan jika sewaktu-waktu terjadi hujan.
- Dilarang untuk membuang sampah di lokasi wisata, untuk kelestarian alam.
- Jika kamu seorang fotografer alam ataupun ingin mengabadikan moment sempurna, kamu wajib membawa lensa wide untuk hasil yang dramatis.
Editor: Nanda Bismar
