Close Menu
  • Home
    • About
    • Privacy Policy
    • UMKM
  • Culture
  • To Do
  • Food
  • Travel Tips
  • Services

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Basianyuik in Lubuk Minturun: Cheap Fun on the River in Padang

16/10/2026

Bat & Arrow Padang: Drinks, Food and Saturday Nightlife

10/10/2026

Penny Dining & Bar: Modern Dining with Bold Minangkabau Flavours

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
West Sumatra 360
Friday, October 16 Login
  • Home
    • About
    • Privacy Policy
    • UMKM
  • Culture
  • To Do
  • Food
  • Travel Tips
  • Services
West Sumatra 360
Home»Wisata»Belanja»5 Kerajinan Tangan Khas dari Sumatera Barat
Belanja

5 Kerajinan Tangan Khas dari Sumatera Barat

Yoga PrasetyoBy Yoga Prasetyo12/09/2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
5 Kerajinan Tangan Khas Sumatera Barat
Anyaman Mansiang
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kerajinan Tangan Khas Sumatera Barat menjadi salah satu bentuk kekayaan budaya Minangkabau yang masih bertahan hingga saat ini.

Berbagai kerajinan khas bahkan masih dibuat secara tradisional dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Mulai dari Songket Silungkang yang ditenun dengan ketelitian tinggi, Sulaman Nareh dengan benang emas, hingga Anyaman Mansiang yang memanfaatkan serat alam.

Setiap karya tidak sekadar memiliki nilai estetika, tetapi juga menyimpan pengetahuan, filosofi dan identitas budaya masyarakat setempat.

Sejumlah sentra kerajinan di Sumatera Barat masih mempertahankan teknik manual, alat tradisional, serta pola dan motif yang telah dikenal sejak lama.

Bahkan, Songket Pandai Sikek dan Anyaman Mansiang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Lalu, apa saja kerajinan tangan khas Sumatera Barat yang hingga kini masih mempertahankan proses tradisional tersebut? Berikut lima diantaranya.

5 Kerajinan Tangan Khas Sumatera Barat
Songket Pandai Sikek

1. Songket Pandai Sikek

Songket Pandai Sikek hampir selalu berada di urutan teratas ketika berbicara mengenai kerajinan tangan asal Sumatera Barat.

Kerajinan kain ini berasal dari Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, kawasan yang telah lama dikenal sebagai salah satu pusat tenun tradisional.

Keistimewaan Songket Pandai Sikek bukan hanya terletak pada tampilannya yang berkilau.

Proses pembuatannya membutuhkan keterampilan dan ketelitian dalam menyusun benang hingga menghasilkan motif tertentu.

Informasi dari Kementerian Hukum menyebutkan bahwa songket ini dibuat menggunakan alat tenun tradisional yang disebut panta atau alat tenun bukan mesin yang merupakan pengembangan dari panta.

Pembentukan motifnya antara lain menggunakan teknik cukie dan rajuik.

Ciri lain yang menarik adalah keberadaan motif tertentu, seperti motif Batang Pinang, Bayam, dan Saluak Laka merupakan beberapa motif yang memiliki kedudukan penting.

Bahkan, motif-motif tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai hiasan, tetapi juga berkaitan dengan nilai kehidupan masyarakat Minangkabau.

Songket Pandai Sikek juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia melalui SK No. 270/P/2014 dalam domain Kemahiran dan Kerajinan Tradisional.

Pada 2026, Bank Indonesia melaporkan adanya lebih dari 200 pengrajin yang terlibat dalam produksi salah satu usaha songket di Pandai Sikek, termasuk kalangan muda.

Fakta tersebut menunjukkan bahwa menenun tidak sepenuhnya menjadi pekerjaan generasi tua, tetapi masih memiliki ruang bagi generasi berikutnya.

5 Kerajinan Tangan Khas Sumatera Barat
Songket Silungkang

2. Songket Silungkang

Jika Pandai Sikek berada di Tanah Datar, tradisi kain songket justru berkembang kuat di Silungkang, Kota Sawahlunto.

Songket Silungkang menjadi salah satu kerajinan tekstil tradisional yang penting dalam kebudayaan Sumatera Barat.

Proses pengerjaan kain ini menarik karena masih mengandalkan ketelitian tangan pengrajin sepenuhnya.

Informasi yang dihimpun oleh tim West Sumatra 360 menyebutkan bahwa pembuatan Songket Silungkang masih dilakukan secara tradisional dengan menggunakan alat tenun bukan mesin.

Sebuah kain dapat membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, bergantung pada tingkat kerumitan dan motif yang ingin dibentuk.

Sejarah pertenunan Silungkang juga menunjukkan hubungan erat antara kerajinan dengan kehidupan masyarakat.

Dokumentasi Kementerian Hukum mencatat bahwa songket Silungkang pernah menjadi bagian dari pakaian kebesaran raja, pembesar kerajaan, dan penghulu Minangkabau.

Dalam perkembangannya, kegiatan menenun kemudian menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat.

Penggunaan benang emas dan perak memberikan karakter mewah pada kain, sementara motif-motif Minangkabau membuatnya mudah dikenali.

Namun, dibalik kemewahan tersebut terdapat pekerjaan yang detail seperti benang harus disusun dengan tepat agar pola yang direncanakan dapat muncul secara utuh.

Karena itu, membeli Songket Silungkang berarti tidak hanya membawa pulang selembar kain, namun juga membawa makna budaya dibaliknya.

5 Kerajinan Tangan Khas Sumatera Barat
Sulaman Nareh – Foto Dedi Masmudi

3. Sulaman Nareh

Dari dunia tenun, kita beralih ke kerajinan sulam, tepatnya di Kota Pariaman, kawasan Nareh atau Naras, berkembang Sulaman Nareh.

Sulaman Nareh menjadi salah karya satu seni tradisional Sumatera Barat yang mempunyai karakter visual sangat kuat.

Tradisi sulaman di Nareh telah berlangsung sejak sekitar 1960-an dan ditekuni secara turun-temurun.

Institut Seni Indonesia Padang Panjang mencatat bahwa Sulaman Nareh berkembang sebagai produk industri rumah tangga dan proses pembuatannya menggunakan keterampilan yang diwariskan antargenerasi.

Penelitian terbaru mengenai Sulaman Nareh menjelaskan penggunaan teknik kapalo samek atau tusuk peniti serta sulam benang emas.

Motifnya banyak mengambil inspirasi dari flora dan fauna yang kemudian distilisasi menjadi bentuk dekoratif khas.

Hasil sulaman dapat digunakan pada berbagai kebutuhan, mulai dari busana pengantin, selendang, perlengkapan pelaminan, hingga hiasan rumah.

Artinya, sulaman tidak hanya menjadi benda pajangan, tetapi tetap memiliki fungsi dalam kehidupan masyarakat.

Menariknya lagi, karakter sulaman yang dibuat secara manual justru menjadi bagian dari daya tariknya.

Setiap tusukan benang membutuhkan konsentrasi agar pola tetap rapi dan proporsional.

Dari jarak jauh mungkin yang terlihat hanyalah motif yang indah, tetapi dari dekat kita bisa melihat kerja tangan yang membuat setiap bagian kain terasa lebih personal.

Baca Juga Rekomendasi Toko Oleh-Oleh di Padang: Lengkap, Enak, dan Legendaris

4. Anyaman Mansiang

Anyaman mansiang adalah seni karya tangan yang memanfaatkan sumber daya alam dalam membentuk beberapa barang yang berguna.

Tepatnya di Kabupaten Lima Puluh Kota, kerajinan ini bermula dan telah menjadi keterampilan yang diwariskan secara turun temurun.

Salah satu sentra Anyaman Mansiang berada di Jorong Taratak, Nagari Kubang, Kecamatan Guguak.

Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota mencatat bahwa kerajinan mansiang di daerah merupakan keterampilan yang diwariskan oleh leluhur dan pemasarannya bahkan telah mencapai negara tetangga.

Tradisi mengolah bahan alam menjadi benda layak pakai sebenarnya memiliki akar yang kuat di Sumatera Barat.

Dokumentasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengenai kerajinan anyaman tradisional Sumatera Barat mencatat beberapa bahan utama yang digunakan masyarakat, antara lain bambu, rotan, pandan, dan mensiang.

Biasanya anyaman mansiang dapat berbentuk beberapa barang layak pakai seperti tikar, tas, alas kursi, hingga alas untuk menjemur padi.

Keberadaan anyaman berbahan serat alam menjadi semakin penting di tengah banyaknya produk pabrikan.

Sebab, kerajinan seperti ini mempertahankan pengetahuan tentang cara mengolah bahan lokal dengan tangan yang berarti lebih ramah lingkungan.

Keterampilan memilih, mengolah, mengeringkan, kemudian menyusun serat menjadi pola yang kuat merupakan pengetahuan praktis yang tidak selalu bisa digantikan.

5 Kerajinan Tangan Khas Sumatera Barat
Seni Ukir – Foto Limpapeh

5. Seni Ukir Pandai Sikek

Masih dari Pandai Sikek, terdapat kerajinan lain yang tidak kalah menarik, yaitu seni ukir kayu tradisional.

Jika songket mengandalkan benang, seni ukir mengandalkan ketajaman alat, kepekaan tangan, dan kemampuan membaca bentuk pada permukaan kayu.

Seni Ukir Pandai Sikek dikenal dengan detail yang rumit, pola simetris, serta perpaduan bentuk geometris dan motif yang terinspirasi dari alam.

Kerajinan ini banyak diaplikasikan pada Rumah Gadang, perabot, dan berbagai elemen dekoratif.

Dalam budaya Minangkabau, berbagai motif ukiran biasanya terinspirasi dari tumbuhan, bunga, maupun unsur alam menjadi bagian dari bahasa visual masyarakat.

Karena itu, permukaan kayu yang dipenuhi ukiran dapat dibaca sebagai bagian dari identitas budaya.

Keahlian tersebut membutuhkan kesabaran yang tinggi, kesalahan kecil ketika mengukir dapat mengubah keseimbangan pola.

Pengrajin harus mampu mempertahankan bentuk yang berulang dan simetris sekaligus memastikan kedalaman ukiran tetap sesuai.

Keberadaan seni ukir di Pandai Sikek juga memperlihatkan bahwa satu daerah dapat menjadi pusat lebih dari satu jenis keterampilan tradisional.

Pandai Sikek dikenal tidak hanya sebagai sentra songket, tetapi juga sebagai salah satu kawasan yang mempertahankan tradisi ukiran Minangkabau.

Mengapa Kerajinan Tradisional Perlu Dilestarikan?

Lima kerajinan diatas memperlihatkan bahwa suatu kerajinan tradisional tidak hanya terletak pada bentuk yang dihasilkan, tetapi juga pada pengetahuan dibaliknya.

SafetyWing Nomad Insurance - Best for Sumatra Barat Travelers

Namun, dokumentasi pemerintah mengenai anyaman pandan di Sumatera Barat, menunjukkan bahwa perkembangan bahan sintetis telah menggeser penggunaan bahan alam seperti pandan dalam kehidupan sehari-hari.

Di sisi lain, munculnya generasi muda dalam industri songket Pandai Sikek memberikan gambaran yang lebih optimistis.

Tradisi dapat terus bertahan apabila memiliki ruang untuk berkembang tanpa kehilangan teknik dan identitas dasarnya.

Editor: Nanda Bismar
Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
Yoga Prasetyo
  • Website
  • Instagram

Related Posts

Tattoo Studio di Kota Padang: 5 Pilihan Terbaik

21/09/2026

3 Pondok Pesantren Favorit Orang Tua di Kota Padang

15/09/2026

Surau Bintungan Tinggi dan 36 Manuskrip Kuno

11/09/2026
Add A Comment

Comments are closed.

Top Posts

5 Things To Do in Mentawai Islands

03/12/2022

5 Kebun Satwa di Sumatera Barat yang Wajib Kamu Kunjungi

04/12/2022

6 Cafe Dengan Pemandangan Samudera Hindia di Kota Padang

05/12/2022

5 Restoran Korea Yang Wajib Kamu Coba di Padang

06/12/2022

7 Tempat Jalan Santai di Pusat Kota Padang

07/12/2022

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Most Popular

5 Things To Do in Mentawai Islands

03/12/2022

5 Kebun Satwa di Sumatera Barat yang Wajib Kamu Kunjungi

04/12/2022

6 Cafe Dengan Pemandangan Samudera Hindia di Kota Padang

05/12/2022
Our Picks

Basianyuik in Lubuk Minturun: Cheap Fun on the River in Padang

16/10/2026

Bat & Arrow Padang: Drinks, Food and Saturday Nightlife

10/10/2026

Penny Dining & Bar: Modern Dining with Bold Minangkabau Flavours

10/10/2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

Facebook X (Twitter) Instagram
  • About
  • Privacy Policy
  • Our Team
© 2026 WestSumatra360.com. Designed by Hendri Simon.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?