Pemandian Sironjong Salisiakan bisa dikatakan sebagai salah satu permata tersembunyi yang terletak di Jorong Salisikan, Nagari Sungai Buluah, Padang Pariaman.
Adapun sumber utama aliran Sungai berasal dari aliran Batang Salisikan yang membentang sejauh 25 kilometer.
Kemudian membentuk sebuah pemandian alam dengan aliran Sungai yang lebih kecil dengan bebatuan besar dan air yang jernih, sehingga menciptakan suasana yang damai dan tenang.
Akses Menuju Lokasi Pemandian
Akses menuju pemandian cukup mudah, jika kamu berangkat dari arah Kota Padang menuju Bukittinggi, maka berhenti sejenak setelah simpang Pesantren Buya Hamka di Kampung Apar.
Kemudian kamu perhatikan jalur di sebelah kanan, dimana terdapat Jalan Lingkar Padang Sicincin yang juga tidak jauh dari lokasi simpang.
Lintasi jalan dua arah setelah RM Ampera Lingkar Jaya sebagai patokan, kemudian teruskan perjalanan hingga melewati Jembatan Kampuang Apa yang melintas di atas Sungai Batang Anai.
Lanjutkan perjalanan hingga perempatan Kedai Grosir Telur Yulvia lalu belok ke kanan, melewati hamparan sawah di kedua sisi jalan.
Pada ujung jalan, kamu belok ke kiri melewati jalan berbatu kerikil, dimana terdapat SDN 11 Batang Anai di sebelah kanan dan bentangan sawah hingga pohon pinus disebelah kiri.
Setibanya di ujung deretan pohon pinus, jalan kembali beraspal, Ikuti jalan tersebut hingga mentok sekitar dua kilometer.
Di sana, kamu bisa memarkir kendaraan di depan rumah warga setempat, dengan sampaikan izin bahwa kamu ingin mandi di Pemandian Sironjong di bawah jembatan gantung.
Dari titik parkir dekat rumah warga, kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 10 menit yang sedikit menanjak.
Begitu melihat jembatan gantung di sisi kanan, kamu tinggal belok ke kiri menuju tepian mandi berbatu yang sejuk dan menenangkan.
Jika masih bingung, maka kamu tentu saja bisa menggunakan bantuan aplikasi google maps untuk lebih memudahkan menemukan lokasi pemandian dengan menggunakan link ini.

Budidaya Ikan Larangan – Kearifan Lokal Penjaga Sungai
Selain menawarkan keindahan alam dan kejernihan airnya, Pemandian Sironjong juga dikenal dengan tradisi ikan larangan yang masih dijaga oleh masyarakat setempat.
Tradisi tersebut merupakan bentuk kearifan lokal untuk menjaga keseimbangan alam dan mencegah penangkapan ikan berlebihan di Batang Salisiakan.
Menurut cerita masyarakat dan para ninik mamak setempat, larangan menangkap ikan di sungai ini sudah berlangsung sejak tahun 1950-an.
Saat itu, sungai ini “diamanahkan” kepada ulama kharismatik, Syekh Tuangku Saliah Kiramatullah, yang dikenal sebagai sosok berpengaruh pada masa itu.
Setelah beliau wafat, tradisi sempat berhenti beberapa tahun, namun pada tahun 2005 larangan ini kembali diberlakukan oleh putranya, Tuangku Ketek, karena populasi ikan di sungai mulai menurun akibat penangkapan berlebihan.
Proses penetapan kawasan ikan larangan dilakukan secara adat dan spiritual dan dijaga oleh masyarakat setempat secara kolektif.
Masyarakat bersama tokoh agama melakukan ritual pembakaran kemenyan di tepian Sungai dan membacakan doa-doa agar ikan larangan tersebut menjadi berkat di kemudian hari.
Bagian sungai yang terlintasi asap kemenyan tersebut kemudian ditetapkan sebagai wilayah yang tidak boleh diambil ikannya.

Alhasil kawasan sungai sepanjang 25 kilometer tersebut kini dibagi menjadi beberapa zona:
- Zona utama (larangan penuh) sepanjang sekitar 500 meter di bagian tengah nagari, tempat ikan tidak boleh diambil sama sekali.
- Zona penyangga di bagian hulu dan hilir sungai, yang hanya dibuka setiap dua hingga dua setengah tahun untuk panen bersama.
- Zona bebas, yaitu area hulu sungai yang boleh dipancing kapan saja.
Setiap kali zona penyangga dibuka, masyarakat menggelar acara lelang hasil tangkapan menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Hasil lelang yang mencapai puluhan juta rupiah disalurkan untuk kegiatan sosial, pembangunan masjid, dan kebutuhan nagari.
Berkat sistem ikan larangan, Batang Salisiakan tetap terjaga kelestariannya hingga kini, menjadi rumah setidaknya bagi sembilan jenis ikan asli dan berbagai spesies udang air tawar.
Tidak hanya menjadi simbol pelestarian lingkungan, tetapi juga wujud nyata keselarasan antara keyakinan, adat, dan ekologi di Nagari Sungai Buluah.
Baca Juga 6 Pemandian Alami di Kabupaten Padang Pariaman
Biaya Masuk dan Fasilitas
Hingga saat ini, belum terdapat biaya masuk untuk berkunjung ke Pemandian Sironjong Salisiakan.
Tempat ini belum dikelola secara resmi oleh masyarakat setempat sebagai objek wisata, begitu juga dengan biaya parkir tidak ada pungutan apa pun.
Namun perlu diingat bahwa harus bersikap sopan dan meminta izin kepada pemilik rumah sekitar untuk menitipkan kendaraan, maka semuanya relatif aman.
Karena bukan kawasan wisata komersial, fasilitas umum seperti toilet atau mushalla belum tersedia.
Namun, di sekitar area parkir terdapat beberapa warung milik warga yang menjual makanan ringan dan minuman, yang juga bisa dijadikan tempat beristirahat setelah mandi.
Selain menikmati suasana alami dan air yang jernih, pengunjung juga bisa membawa sedikit roti untuk memberi makan ikan-ikan larangan yang hidup di Sungai, tentu tanpa menangkapnya.

Tips Berkunjung:
- Gunakan pakaian yang sopan dan jaga etika selama berada di lokasi.
- Hindari membuang sampah sembarangan atau membuat keributan.
- Jangan menyentuh atau menangkap ikan larangan.
- Bawalah bekal makan siang seperti nasi bungkus, karena udara sejuk dan tempat yang hijau cocok untuk makan siang Bersama.
Penutup
Pemandian Sironjong Salisiakan di Nagari Sungai Buluah bukan hanya sekadar tempat untuk menikmati kejernihan air yang menyegarkan tetapi juga sebagai simbol harmonisasi alam.
Tradisi ikan larangan yang terus dijaga turun-temurun juga menunjukkan betapa kuatnya nilai kearifan lokal dalam melestarikan alam serta memperkuat kebersamaan masyarakat.
Di tempat yang masih alami dan belum tersentuh wisata komersial tersebut, pengunjung bisa merasakan suasana damai yang jarang ditemukan.
Mandi di sungai dengan air yang jernih, berinteraksi dengan warga ramah, dan menikmati nuansa alam Minangkabau yang otentik.
Jika kamu mencari destinasi yang menyegarkan jiwa sekaligus memperdalam apresiasi terhadap tradisi lokal, Pemandian Sironjong Salisiakan adalah pilihan yang patut kamu datangi.
Tempat ini mengajarkan bahwa keindahan sejati datang dari kesederhanaan, keharmonisan, dan rasa hormat kepada alam.
Editor: Nanda Bismar
