Close Menu
  • Home
    • About
    • Privacy Policy
    • UMKM
  • Culture
  • To Do
  • Food
  • Travel Tips
  • Services

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Basianyuik in Lubuk Minturun: Cheap Fun on the River in Padang

16/10/2026

Bat & Arrow Padang: Drinks, Food and Saturday Nightlife

10/10/2026

Penny Dining & Bar: Modern Dining with Bold Minangkabau Flavours

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
West Sumatra 360
Saturday, October 17 Login
  • Home
    • About
    • Privacy Policy
    • UMKM
  • Culture
  • To Do
  • Food
  • Travel Tips
  • Services
West Sumatra 360
Home»Wisata»Budaya»Ragam Motif Ukiran di Minangkabau Sebagai Warisan Kearifan Lokal
Budaya

Ragam Motif Ukiran di Minangkabau Sebagai Warisan Kearifan Lokal

Oki SaputraBy Oki Saputra28/07/2023
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Motif Rumah Gadang - Photo pinterest.com
Motif Rumah Gadang - Photo pinterest.com
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Minangkabau identik dengan banyak karya seni dan budaya yang terkenal dan masih terjaga hingga saat ini.

Salah satunya adalah seni ukir yang menjalar indah pada bangunan-bangunan ikonik seperti Rumah Gadang, Rangkiang, Masjid/Surau, Balai Adat dan lainnya.

Motif seni ukir di Minangkabau juga beragam, umumnya berasal atau terinspirasi dari bentuk flora dan fauna sekitar.

Hal ini sesuai dengan salah satu motto orang Minang yaitu “alam takambang jadi guru”.

Ornamen-ornamen indah yang menghiasi Rumah Gadang dan bangunan tradisional memiliki peran penting.

Tidak hanya sebagai karya seni namun juga sebagai bahasa visual sarat akan makna.

Seni ukir tradisional Minangkabau ini bukan hanya sekedar hiasan, tetapi juga memiliki makna dan sejarah yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Minang.

Berikut adalah beberapa motif ukiran yang populer di Minangkabau,

1. Motif Kaluak Paku

Motif ukiran ikonik yang pertama adalah Kaluak Paku, yang terinsipirasi dari bentuk tumbuhan sejenis paku/pakis yang hidup di alam liar.

Kaluak Paku tergolong ukiran yang cukup rumit karena harus membentuk tumbuhan paku ditambah dengan daun tunas muda yang seolah menggulung ke dalam.

Secara harfiahnya dalam kebudayaan Minangkabau, motif kaluak paku memiliki makna tanggung jawab seorang laki-laki di Minangkabau.

Baca Juga Mengenal Ragam Motif Khas Pada Kain Songket Pandai Sikek

Selain sebagai sosok orang tua bagi anaknya, laki-laki di Minangkabau juga merupakan seorang mamak bagi kemenakan, serta seorang pemimpin bagi kaumnya.

Aplikasi motif kaluak paku biasanya dapat ditemui pada bangunan rumah gadang, seperti tiang, ukiran dinding dan sebagainya.

Motif Kaluak Paku Kacang Balimbiang - Photo studiozet.blogspot.com
Motif Kaluak Paku Kacang Balimbiang – Photo studiozet.blogspot.com

2. Motif Itiak Pulang Patang

Motif Itiak Pulang Patang (Itik Pulang Petang) merupakan gambaran ukiran segerombolan itik yang berjalan menyusuri pematang sawah dan berbaris rapi untuk balik ke kandang.

SafetyWing Nomad Insurance - Best for Sumatra Barat Travelers

Seekor itik digambarkan berperan sebagai pemimpin dalam barisan diikuti dengan kawanan itik lainya.

Motif yang satu ini pada Rumah Gadang biasanya berada pada Paso-paso, tangan-tangan tangga, pengapit, les plank dan tepi ukiran besar.

Dalam motif ukiran yang satu ini menggambarkan tentang keselarasan, keharmonisan, keteraturan, ketertiban, disiplin dan kesatuan yang kokoh dalam masyarakat Minangkabau.

Itiak Pulang Patang - Photo studioxet.blogspot.com
Itiak Pulang Patang – Photo studioxet.blogspot.com

3. Motif Pucuak Rabuang

Motif Pucuak Rabuang terinspirasi dari tumbuhan bambu yang sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat sehari-hari, dan hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan.

Misalnya untuk bahan makanan, diambil bambu mudanya yang diolah menjadi gulai rebung.

Batangnya bisa digunakan untuk pagar atau pelapis dinding pada bangunan, rantingnya bisa untuk tombak dan masih banyak lainya.

Baca Juga Berbalas Pantun Pada Tradisi Batombe Nagari Abai

Sesuai dengan pepatah minang yaitu “ketek baguno, gadang tapakai” semuanya memiliki manfaat.

Pada rumah gadang motif ukiran Pucuak Rabuang biasanya mengisi bidang kecil, ditempatkan pada penutup ukiran besar, pada les plank dan les ukiran.

Motif Pucuak Rabuang menggambarkan masyarakat Minangkabau yang dinamis dan teratur dalam kehidupan sehari-hari.

Motif Pucuak Rabuang - Photo piamanexplore.com
Motif Pucuak Rabuang – Photo piamanexplore.com

4. Motif Saik Ajik

Motif Saik Ajik (sayatan/potongan ajik) merupakan motif yang terinspirasi dari bentuk potongan makanan khas Minangkabau yaitu Ajik dan Galamai.

Ajik dan Galamai biasanya disajikan dalam bentuk irisan yang rapi seperti belah ketupat atau jajar genjang.

Ukiran bermotif ini memiliki makna atau anjuran bahwa dalam melakukan sesuatu harus berhati-hati termasuk dalam menyikapi persoalan.

Motif ukiran ini merupakan implikasi dari Kato Nan Ampek yang sangat di pegang oleh kultur masyarakat Minangkabau.

Biasanya ukiran ini pada rumah gadang diterapkan pada les plang, mengisi bidang kecil dan hiasan benda/peralatan lain, misalnya sarung senjata tradisional.

Motif Saik Ajik - Photo pinterest.com
Motif Saik Ajik – Photo pinterest.com

5. Motif Siriah Gadang

Motif Siriah Gadang terinspirasi dari tumbuhan sirih yang merambat dengan beragam manfaat.

Sehingga memiliki makna yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat Minangkabau.

Siriah biasanya digunakan sebagai bahan obat-obatan, termasuk dalam prosesi adat minang.

Penyajian siriah biasanya untuk penghormatan kepada tamu atau juga sebagai pembuka kata (pambukak kato) dalam pembicaraan.

Motif ukiran ini menggambarkan tentang kegembiraan, persahabatan dan keterikatan masyarakat Minang yang bersatu.

Analoginya menunjukkan nilai-nilai kerjasama dan kinerja yang baik dalam solidaritas yang kuat di kehidupan bermasyarakat/kelompok.

Motif siriah gadang juga kerap ditemukan pada bidang besar pada bagian tertentu dalam bangunan Rumah Gadang Minangkabau.

6. Motif Aka Cino Saganggang

Motif Aka Cino Saganggang atau Akar Cina Setangkai terinspirasi dari tumbuhan semak yang menjalar panjang dan rimbun.

Menjalar panjang yang disebut sebagai aka cino, yang menjalar panjang dan kokoh.

Motif ukiran ini memiliki makna yang melambangkan perantau minang yang kuat, ulet dan gigih dalam menjalani kehidupan di perantauan.

Ukiran Aka Cino di rumah gadang biasanya ditempatkan pada pintu, bagian lambai-lambai dan gerabah.

Motif Aka Cino - Photo studiozodio.com
Motif Aka Cino – Photo studiozodio.com

Demikianlah motif ukiran yang sangat populer menghiasi berbagai bangunan dan ornament lain di Minangkabau.

Tidak hanya identik dengan bangunan rumah gadang, namun juga pada perkakas lain seperti kursi, meja, lemari dan lainnya.

Mengetahui makna dan sejarah dari seni ukir dapat menjadi salah satu wujud kepedulian terhadap kekayaan seni budaya Minangkabau.

Serta sebagai penambah pengetahuan masa kini. Ikuti terus West Sumatra 360 ya, untuk informasi menarik lainnya!

Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
Oki Saputra
  • Website
  • Instagram

Related Posts

Adat and Faith: How Divorce Works in Minangkabau Culture

17/09/2026

Friday in West Sumatra: What Every Visitor Should Know

21/08/2026

Mangopi: The Living Coffee Tradition of Minangkabau Society

25/06/2026
Add A Comment

Comments are closed.

Top Posts

5 Things To Do in Mentawai Islands

03/12/2022

5 Kebun Satwa di Sumatera Barat yang Wajib Kamu Kunjungi

04/12/2022

6 Cafe Dengan Pemandangan Samudera Hindia di Kota Padang

05/12/2022

5 Restoran Korea Yang Wajib Kamu Coba di Padang

06/12/2022

7 Tempat Jalan Santai di Pusat Kota Padang

07/12/2022

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Most Popular

5 Things To Do in Mentawai Islands

03/12/2022

5 Kebun Satwa di Sumatera Barat yang Wajib Kamu Kunjungi

04/12/2022

6 Cafe Dengan Pemandangan Samudera Hindia di Kota Padang

05/12/2022
Our Picks

Basianyuik in Lubuk Minturun: Cheap Fun on the River in Padang

16/10/2026

Bat & Arrow Padang: Drinks, Food and Saturday Nightlife

10/10/2026

Penny Dining & Bar: Modern Dining with Bold Minangkabau Flavours

10/10/2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

Facebook X (Twitter) Instagram
  • About
  • Privacy Policy
  • Our Team
© 2026 WestSumatra360.com. Designed by Hendri Simon.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?