Berkunjung ke Danau Singkarak tidak lengkap rasanya jika tidak mencicipi kuliner khas yang disajikan, tentu saja setelah menyaksikan pemandangan alam yang indah di sekitar Danau.
Pengunjung dapat menikmati hidangan khas tersebut di beberapa rumah makan yang tersedia di sepanjang Danau, ataupun membawa pulang sebagai oleh-oleh.
Karena identik dengan wilayah perairan, tentu saja hidangan yang ditawarkan identik dengan sumber makanan yang berasal dari danau.
Beberapa hidangan khas tersebut seperti aneka sajian ikan bilih seperti, ikan bilih goreng, ikan bilih palai, pangek ikan sasau dan tumis pensi (sejenis kerang kecil air tawar).
Khusus untuk hidangan yang terbuat dari ikan bilih disebut sebagai hidangan paling spesial karena ikan bilih merupakan ikan endemik Danau Singkarak.
Penasaran bagaimana kelezatan dan nikmatnya wisata kuliner di sekitar Danau Singkarak? Berikut ulasan menariknya.
Baca Juga 5 Makanan Khas Kabupaten Tanah Datar yang Wajib Kamu Coba
1. Ikan Bilih Goreng
Ikan Bilih goreng tentu saja menjadi primadona utama dari wisata kuliner Singkarak, hal ini karena ikan bilih merupakan ikan endemik yang berarti hanya bisa ditemukan di Danau Singkarak.
Pada dasarnya olahan ikan bilih goreng tanpa menggunakan bumbu apapun terasa enak dan gurih di lidah.
Karena ukuran ikan yang tergolong kecil, tidak jarang juga ikan bilih goreng dijadikan sebagai camilan yang lezat.
Dalam sajiannya, Ikan Bilih Goreng diberikan tambahan cabai merah atau cabai hijau dengan tomat segar sehingga menambah sensasi pedas yang pas dan membuat ketagihan.
Cabai yang digunakan juga berasal dari para petani lokal disekitar Tanah Datar atapun sekitar Bukittinggi, sehingga menghasilkan rasa pedas yang khas.
Para pengunjung atau pecinta kuliner yang ingin merasakan sensasi makan ikan bilih cabe merah ataupun cabai hijau dapat mengunjungi beberapa rumah makan di sepanjang Danau Singkarak.
Tidak usah takut, hampir semua rumah makan di sepanjang danau menyediakan hidangan ikan bilih goreng sebagai hidangan utama di rumah makan tersebut.

2. Pangek Ikan Sasau
Ikan Sasau juga ikan endemik Danau Singkarak selain ikan bilih, namun dengan ukuran yang lebih besar dan badan ikan yang memanjang.
Secara lebih spesifik, ikan sasau mirip dengan ikan mas hanya saja dengan postur badan ikan yang lebih panjang dan sirip lebar menutupi tubuh ikan.
Nelayan lokal Danau Singakarak biasanya menggunakan joran atau kail panjang untuk menangkap Ikan Sasau, dan biasanya areal muara sungai yang memasuki danau menjadi spot utama para pemancing Ikan Sasau.
Masyarakat sekitar Danau Singkarak membuat hidangan lezat berbahan dasar Ikan Sasau yang disebut dengan Pangek Sasau.
Teknik pangek atau kuah kental Sasau biasanya terbuat dari berbagai rempah yang kuat dan kaya rasa, seperti jahe, daun kunyit serta asam kandis.
Tidak lupa ditambahkan cabe merah segar yang telah digiling halus sehingga menambah sensasi rasa pedas gurih.
Satu piring pangek sasau sangat lezat dinikmati dengan sepiring nasi putih hangat, dengan citarasa yang kuat dan aroma yang wangi.
Sama halnya dengan ikan bilih goreng, Pangek Sasau juga dapat dengan mudah ditemukan di berbagai rumah makan yang berjejer di pinggir Danau Singkarak.

3. Tumis Pensi
Pensi merupakan kerang kecil yang sangat poupler di Danau Singkarak dan kerap dijadikan camilan oleh warga sekitar.
Namun tidak jarang juga beberapa masyarakat yang memasak hidangan pensi dalam bentuk sajian tumis pensi yang menggugah selera.
Sajian Tumis Pensi menggunakan bahan-bahan seperti bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas dan tidak ketinggalan daun bawang yang membuat aroma tumis semakin wangi.
Pertama, tentu saja pensi yang akan digunakan dicuci dengan air bersih untuk menghilangkan kotoran yang melakat pada cangkang, kemudian tumis bumbu halus hingga wangi.
Selanjutnya masukkan pensi yang telah dibersihkan ke dalam bumbu yang telah wangi, tambahkan sedikit air, garam dan merica, lalu masak hingga cangkang pensi terbuka.
Dalam beberapa versi di rumah makan sepanjang Danau Singkarak, tumis pensi tidak lagi memiliki cangkang, sehingga memudahkan untuk dinikmati.
Kemudian juga bisa ditambahkan cabe merah yang telah dimasak cair sebagai saos untuk tumis pensi yang lebih nikmat.

4. Pangek Ikan Bilih
Pangek Ikan Bilih merupakan sajian lain yang dapat dinikmati dengan bahan dasar utama ikan bilih dan biasanya ditambah dengan nangka muda ataupun pepaya muda.
Mirip dengan pangek ikan sasau, hidangan pangek ikan bilih juga identik dengan kuah yang sedikit kering dan agak kental.
Biasanya pangek ikan bilih juga disajikan dalam bungkusan daun kunyit maupun daun pisang untuk semakin menambah aroma hidangan.
Proses pembuatan pangek ikan bilih tergolong unik, karena memerlukan keterampilan agar sajian terlihat lebih menarik.
Pertama, ikan bilih segar ataupun kering yang telah dicuci bersih, kemudian di rendam sambil menyiapkan bumbu halus seperti jahe, kunyit, cabe dan asam kandis.
Kemudian masukkan bumbu halus tersebut ke dalam panci yang diberikan sedikit air, lalu mulai tata ikan bilih diatas bumbu secara perlahan, lalu nyalakan api, kemudian aduk perlahan agar tekstur dari ikan bilih utuh dan tidak hancur.
Sajian ikan bilih yang pedas dan sedikit asam sangat cocok dengan sepiring nasi putih yang dapat kamu temukan di rumah makan sepanjang Danau Singkarak.
Warisan Kuliner Turun-Temurun
Bagaimana? sangat menggugah bukan? hidangan khas Danau Singkarak diatas dan tentu saja dapat kamu nikmati ketika berkunjung ke Danau Singkarak dan sekitarnya.
Sajian kuliner khas Danau Singkarak tidak hanya lezat dan membuat ketagihan, namun dibaliknya juga tersimpan warisan resep kuliner yang telah turun temurun.
Warisan kuliner tersebut masih dirawat hingga sekarang dan dapat dengan mudah ditemukan diberbagai rumah makan yang ada di sepanjang Danau Singkarak.
Kamu bisa memilih spot terbaik untuk menikmati berbagai sajian lezat diatas sambil menyaksikan indahnya pemadangan Danau Singkarak dengan landscape air biru dan perbukitan menghijau.
Jadi segera rencanakan perjalanan kamu ke Danau Singkarak, dan nikmati sajian kuliner warisan luhur yang tidak terlupakan.
