Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
Author: Novi Fani Rovika
Pagi itu, belum benar-benar terang di Koto Gadang, kabut dari kejauhan masih menggantung rendah diantara rumpun bambu dan pohon tua yang mengitari nagari itu. Dalam cahaya keemasan yang masih samar berkilauan, terdengar juga suara ayam Jantan menyeruak seisi nagari terdengar saling bersahutan. Lalu, pada sebuah rumah tua dengan jendela lebar era peninggalan kolonial, muncul sosok seorang pria membawa secangkir kopi dengan asap yang masih mengepul diatas gelasnya. Lelaki itu bernama Jurian Andika, lalu dia menghirup udara segar secara pelan dan dalam untuk sekedar memastikan paru-parunya terisi penuh. Dia lalu melihat sekeliling, semua serba menenangkan, dimana sangat berbanding terbalik ketika dia…
Suku Minangkabau disebut sebagai salah satu suku dengan sistem matrilineal terbesar di Dunia, berkat tradisi dan sistem adat yang masih dijaga hingga saat ini. Sistem kekerabatan Matrilineal merupakan sistem yang mengakui turunan yang berasal dari garis kaum Perempuan atau ibu yang dalam Bahasa Minang disebut “bersuku ke Ibu”. Dalam sistem matrilineal yang sudah diwariskan secara turun temurun selama berabad – abad lamanya, perempuan menjadi pusat struktur sosial dan budaya. Aturan adat yang berlandaskan kepada “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah”, menjadi pembeda budaya matrilinieal di Minangkabau. Dimana nama suku dan harta pusaka diwariskan dan diturunkan kepada anak perempuan, begitu pula…
Ruang terbuka bisa menjadi pilihan seru untuk menghabiskan waktu di Kota Padang, terutama pagi dan sore menjelang malam. Belakangan ini, semakin banyak keluarga muda yang mencari tempat terbuka hijau, dimana anak-anak bisa bebas bergerak, berlari, dan tentu saja—bermain skuter. Tren bermain skuter di kalangan anak-anak Padang kian terasa, apalagi sejak munculnya berbagai ruang publik yang rapi, aman, dan menyenangkan. Terdapat tiga lokasi yang menjadi favorit keluarga: Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kantor Walikota Padang, Taman Pantai Muaro Lasak, dan Car Free Day (CFD) di Jalan Rasuna Said–Sudirman. Masing-masing punya karakter dan suasana yang berbeda, menghadirkan kebahagiaan sederhana: tawa anak-anak yang meluncur…
Samba lado khas Minangkabau menjadi salah satu hidangan populer yang wajib dicoba ketika kamu berada di Ranah Minang. Bukan hanya tentang rendang, dendeng dan gulai yang telah melegenda, tetapi samba lado menjadi hidangan pelengkap semuanya. Bagi orang Minang, sambal bukan sekadar pelengkap makanan, melainkan adalah ruh, jiwa dan rasa dari setiap hidangan. Hidangan yang diracik oleh tangan–tangan terampil menjadi penanda identitas, dan simbol kehangatan dalam setiap hidangan, yang membuat nasi hangat jadi terasa makin nikmat. Di ranah Minang, sambal disebut dengan samba lado (dari kata samba berarti lauk, dan lado berarti cabai). Tidak hanya satu jenis saja, hampir setiap daerah…
Udara yang sejuk, panorama alam yang memukau, menjadikan Kota Bukittinggi salah satu spot untuk kegiatan lari santai yang menyenangkan. Bukitinggi seolah menjawab semua tujuan berlari yang kamu inginkan, bisa saja sebagai meditasi, mengenal diri sendiri hingga murni tujuan berolahraga. Beberapa spot terkenal seperti ikon kota, yaitu Jam Gadang dan Ngarai Sianok yang indah, setiap langkah membawa kisah, tentang sejarah, semangat, dan keseimbangan hidup. Udara yang sejuk, kabut tipis yang menyapa di pagi hari, dan pemandangan alam yang seolah melukis sejarah. Kota di atas awan ini bukan sekedar destinasi wisata klasik, tapi juga surganya para pelari santai, yang ingin menikmati detik…
Perjalanan darat dari Padang menuju Sawahlunto bukan hanya sekadar menyusuri dan melintasi jalur Lintas Sumatera yang terkenal dengan penuh tikungan, tanjakan, dan turunan curam. Tetapi juga terdapat beberapa spot foto yang menawan, sehingga tidak heran jika jalur ini kerap disebut sebagai salah satu rute darat paling cantik di Sumatera Barat. Bagi para traveler, fotografer, backpacker maupun wisatawan yang gemar berburu spot estetik, perjalanan ini layaknya sebuah “galeri terbuka” sekaligus bisa menjadi “album perjalanan”. Dengan berbagai latar belakang foto mulai dari panorama alam, landmark modern, hingga situs bersejarah. Berikut lima spot ikonik yang wajib disinggahi sepanjang jalur Padang – Sawahlunto via…
Kota Padang bukan hanya tentang pelabuhan yang sibuk, kota tua dan pasar tradisonal, atau tentang rumah gadang dan kawasan pesisirnya yang memikat. Ditengah arus modernitas yang tak luput melanda kota Padang, terdapat fragmen-fragmen batu dan logam terlupakan, justru jadi penjaga memori kolektif. Pembentuk kota pada masa lampau, salah satunya adalah monumen-monumen yang didirikan untuk mengingat peristiwa, tokoh, dan janji yang menentukan masa lalu kota ini. Adapun tiga monumen yang masih berdiri kokoh yaitu, Tugu Padang Area (sering disebut Tugu Bara Api), Monumen Bagindo Aziz Chan (Tugu Simpang Tinju), dan Tugu Linggar Jati (Tabing). Ketiga monumen tersebut bukan sekadar landmark kota,…
Harimau bagi orang Minangkabau, merupakan simbol kekuatan, penjaga moral dan bagian dari kosmologi budaya yang diwariskan dari satu generasi ke generasi lainnya. Namun, ditengah ancaman kepunahan dan rusaknya habitat alami, jejak harimau yang kerap muncul dan dijumpai warga, justru dianggap sebuah ancaman yang menakutkan. Harimau di Minangkabau tidak lagi abadi dalam cerita rakyat, mitos, hingga pantangan adat. Disaat keberadaan harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) semakin langka, kesadaran kolektif tentang konservasi pelestarian harimau Sumatera di Sumatera Barat, turut melemah. Padahal, antara budaya dan konservasi mestinya tidak bisa dipisahkan, sebagaimana filosofi dalam budaya Minangkabau yang menyatakan bahwa “Alam Takambang Jadi Guru”. Dimana…
Benteng – benteng yang ada di Sumatera Barat jelas menyimpan atau setidaknya menjadi saksi sejarah masa lampau yang kini menjadi salah satu objek wisata yang populer. Dibalik reruntuhan bangunan – bangunan tersebut, seolah menjadi saksi bisu dalam perjalanan sejarah pada masanya. Mulai dari sisa pertahanan kolonial, hingga basis perjuangan tokoh lokal yang menyimpan kisah masa lalu mengagumkan, benteng – benteng tersebut tersebar dari pesisir hingga pedalaman. Berlokasi di titik-titik strategis, keberadaan sebuah benteng seolah menjadi saksi bisu perlawanan masyarakat lokal Minangkabau terhadap penjajah. Baik Belanda, Portugis, maupun Jepang, dimana saat ini banyak dari benteng tersebut dijadikan sebagai objek wisata sejarah…
Situs dan Bangunan Cagar Budaya yang ada di Batusangkar menjadi bukti eksisnya budaya Minangkabau sejak dahulu kala di kawasan ini. Terutama sisa kejayaan Pagaruyung yang masih terpelihara dalam bentuk situs-situs sejarah dan bangunan kuno yang kini ditetapkan sebagai Cagar Budaya. Seperti masjid tua yang ikonik hingga sisa benteng kolonial dan istana kerajaan, Batusangkar seakan menjadi museum terbuka yang mengisahkan kejayaan masa lalu Minangkabau. Berikut adalah beberapa situs dan bangunan bersejarah yang menjadi warisan budaya tak ternilai yang dapat dijumpai di Kota Batusangkar. 1. Masjid Raya Lima Kaum Masjid Raya Lima Kaum merupakan salah satu masjid tertua di Minangkabau yang dibangun…